berdasarkan info yang diperoleh dari detik.com di katakan bahwa RI kalah saing dari segi kedaulatan pertahanan Ekonomi. dari segi kedaulatan pertahanan ekonomi tersebut ialah kita jauh lebih banyak mengimpor daripada mengekspor.
berdasarkan apa yang dilihat itu memang kenyataan karena Indonesia yang lebih merdeka dahulu pembanguan serta perekonomian kalah dengan malaysia yang jauh terlambat merdeka dibandingkan Indoesia
apa yang menyebabkan itu??
managemen juga tingkat kesadaran pemerintah dalam memajukan Indonesia ini
bahkan sekarang ini Indonesia menduduki prestasi yang sangat mengecewakan yaitu juara 4 sedunia dalam segi korupsi. ini yang melambatkan laju perekonomian indonesia juga. karena itu kita sebagai anak muda bangun Indonesia yang kaya ini menjadi negara yang makmur juga kaya bukan hanya kaya Hutang.(HH)
www.okezone.com
Tuesday, August 31, 2010
Sunday, August 29, 2010
RI Raih Investment Grade Paling Lambat 2012
Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Jakarta - Indonesia berpeluang mendapat peringkat baru sebagai negara layak investasi (Investment Grade) dari ketiga perusahaan pemeringkat dunia (credit rating agency) paling lambat di tahun 2012. Dari ketiganya, lembaga Fitch Rating berpeluang beri rapot baru lebih dahulu pada tahun 2011.
"Paling lambat Indonesia sudah dapat investment grade di 2012 dari tiga credit rating agency," jelas Economist Global Research Standard Chartered
Bank, Eric Sugandi dalam perbincangannya kepada detikFinance di Jakarta, Minggu (29/8/2010).
Eric menjelaskan salah satu alasannya adalah karena fundamental ekonomi semakin kuat sehingga tidak ada alasan bagi perusahaan pemeringkat dunia untuk tidak meng-upgrade level Indonesia. Namun, bisa saja target ini bisa terlampau lebih cepat dari 2012. Khususnya Fitch Rating, dimana peringkat Indonesia hanya satu level di bawah investment grade.
"Fitch yang paling dekat karena hanya satu notes yaitu BBB+," ujar Eric.
Dengan masuknya Indonesia dalam kategori negara layak investasi, menjadikan pasar obligasi dapat berkembang lebih maju. Pasalnya bakal terjadi pengurangan biaya dalam hal penerbitan surat utang tersebut.
"Obligasi swasta akan diuntungkan karena ongkosnya menjadi lebih murah," ungkapnya.
Namun disisi lain, ancaman kenaikan inflasi dan diikuti oleh suku bunga bank (BI Rate) juga akan terjadi di triwulan IV-2010. Tentu akan terjadi
penyesuaian khususnya pada imbal hasil (yield) atas suatu surat utang.
"Dengan melihat data terakhir yield curve 5 tahun per hari Jumat kemarin 7,545%, dibanding akhir tahun lalu 8,98%. Ini (7,545%). Bisa naik, karena BI rate naik," kata Eric.
"Bonds jangka pendek (yield) akan menyesuaikan ke atas (naik) jika melihat dari yield curve-nya. Namun kenaikan lebih karena cut supply Rp 15 triliun
dari target awal Rp 178 triliun (obligasi pemerintah), menjadi Rp 163 triliun. Semester I sendiri kan sudah surplus," tegasnya.
Dengan penyerapan anggaran yang rendah, memaksa pemerintah untuk memangkas suplai. Alasan lain, karena tekanan di pasar Indonesia akibat inflasi dan pencapaian BI rate yang melebihi dari target 4-6%, juga menyebabkan terjadinya cut supply. (wep/hen)
Jakarta - Indonesia berpeluang mendapat peringkat baru sebagai negara layak investasi (Investment Grade) dari ketiga perusahaan pemeringkat dunia (credit rating agency) paling lambat di tahun 2012. Dari ketiganya, lembaga Fitch Rating berpeluang beri rapot baru lebih dahulu pada tahun 2011.
"Paling lambat Indonesia sudah dapat investment grade di 2012 dari tiga credit rating agency," jelas Economist Global Research Standard Chartered
Bank, Eric Sugandi dalam perbincangannya kepada detikFinance di Jakarta, Minggu (29/8/2010).
Eric menjelaskan salah satu alasannya adalah karena fundamental ekonomi semakin kuat sehingga tidak ada alasan bagi perusahaan pemeringkat dunia untuk tidak meng-upgrade level Indonesia. Namun, bisa saja target ini bisa terlampau lebih cepat dari 2012. Khususnya Fitch Rating, dimana peringkat Indonesia hanya satu level di bawah investment grade.
"Fitch yang paling dekat karena hanya satu notes yaitu BBB+," ujar Eric.
Dengan masuknya Indonesia dalam kategori negara layak investasi, menjadikan pasar obligasi dapat berkembang lebih maju. Pasalnya bakal terjadi pengurangan biaya dalam hal penerbitan surat utang tersebut.
"Obligasi swasta akan diuntungkan karena ongkosnya menjadi lebih murah," ungkapnya.
Namun disisi lain, ancaman kenaikan inflasi dan diikuti oleh suku bunga bank (BI Rate) juga akan terjadi di triwulan IV-2010. Tentu akan terjadi
penyesuaian khususnya pada imbal hasil (yield) atas suatu surat utang.
"Dengan melihat data terakhir yield curve 5 tahun per hari Jumat kemarin 7,545%, dibanding akhir tahun lalu 8,98%. Ini (7,545%). Bisa naik, karena BI rate naik," kata Eric.
"Bonds jangka pendek (yield) akan menyesuaikan ke atas (naik) jika melihat dari yield curve-nya. Namun kenaikan lebih karena cut supply Rp 15 triliun
dari target awal Rp 178 triliun (obligasi pemerintah), menjadi Rp 163 triliun. Semester I sendiri kan sudah surplus," tegasnya.
Dengan penyerapan anggaran yang rendah, memaksa pemerintah untuk memangkas suplai. Alasan lain, karena tekanan di pasar Indonesia akibat inflasi dan pencapaian BI rate yang melebihi dari target 4-6%, juga menyebabkan terjadinya cut supply. (wep/hen)
Saturday, August 28, 2010
Efek Badai Matahari
Badai matahari bisa menyebabkan lonjatan tenaga lisrik hingga miliaran watt. Bila sampai ke bumi, pancarannya akan memengaruhi medan magnet bumi yang selanjutnya berdampak pada sistem satelit, listrik, dan frekuensi radio. Bumi terancam kehilangan daya listrik.
Badai matahari merupakan siklus biasa yang terjadi setiap 11 tahun. Namun, siklus itu diperkirakan akan mencapai puncaknya pada 2012-2013.
Berdasar prediksi tersebut, sejumlah badan antariksa telah berupaya menyiapkan sejumlah strategi menghadapi badai matahari. Strategi untuk mengantisipasi hilangnya daya listrik, satelit, dan frekuensi radio yang menopang kehidupan masyarakat modern masa kini.
Badai matahari pernah melanda bumi pada 1 September 1859. Namun, kala itu tak terlalu berdampak karena kehidupan di masa itu belum ditopang listrik.
Ancaman badai matahari yang berpotensi menghantam bumi pada 2012 inilah yang sempat menguatkan mitos mengenai akhir dunia atau kiamat pada 2010. Sebuah mitos yang tak cukup bukti ilmiah untuk dipercaya. (umi)
dikutip dari Vivanews
Badai matahari merupakan siklus biasa yang terjadi setiap 11 tahun. Namun, siklus itu diperkirakan akan mencapai puncaknya pada 2012-2013.
Berdasar prediksi tersebut, sejumlah badan antariksa telah berupaya menyiapkan sejumlah strategi menghadapi badai matahari. Strategi untuk mengantisipasi hilangnya daya listrik, satelit, dan frekuensi radio yang menopang kehidupan masyarakat modern masa kini.
Badai matahari pernah melanda bumi pada 1 September 1859. Namun, kala itu tak terlalu berdampak karena kehidupan di masa itu belum ditopang listrik.
Ancaman badai matahari yang berpotensi menghantam bumi pada 2012 inilah yang sempat menguatkan mitos mengenai akhir dunia atau kiamat pada 2010. Sebuah mitos yang tak cukup bukti ilmiah untuk dipercaya. (umi)
dikutip dari Vivanews
Badai Matahari 2012 Setara 100 Bom Hidrogen?
akan terjadi badai matahari???
it's KIAMAT???
No No No
just badai kecil
but pengaruh sangat gede lohh
Inet tidak berfungsi
semua sistem akan mati
dulu juga pernah terjadi badai matahari ini di Tahun 1859
dan kerugian sangat besar yaitu mencapai $2T
butuh 10 tahun untuk pemulihan kembali...
hayoooo!!!!!
it's KIAMAT???
No No No
just badai kecil
but pengaruh sangat gede lohh
Inet tidak berfungsi
semua sistem akan mati
dulu juga pernah terjadi badai matahari ini di Tahun 1859
dan kerugian sangat besar yaitu mencapai $2T
butuh 10 tahun untuk pemulihan kembali...
hayoooo!!!!!
NASA Temukan 'Planet Alien', Kembaran Bumi?
Observatorium Kepler menemukan sistem planet mirip tata surya yang diberi nama, Kepler 9.
VIVAnews -- Badan antariksa Amerika Serikat (NASA) mengumumkan temuan baru yang dihasilkan satelit Kepler, Kamis 26 Agustus 2010.
Kepler menemukan kelompok planet alien, planet-planet yang tak pernah dilihat sebelumnya itu mengelilingi sebuah bintang -- seperti planet dalam tata surya yang mengelilingi Matahari. Temuan itu dinamakan sistem Kepler 9.
Pengamatan dari observatorium Kepler mengkonfirmasikan dua planet seukuran Saturnus mengorbit sebuah bintang -- dalam jarak sekitar 2.300 tahun cahaya dari Bumi.
Mereka juga mengungkapkan kandidat planet yang mungkin sama ukurannya dengan Bumi dalam sistem yang sama.
Mengapa kandidat? Karena keberadaannya belum terkonfirmasi.
Sampai saat ini, para astronom belum mengkonfirmasi apakah ada planet yang potensial seperti Bumi -- dalam arti bisa menopang kehidupan. Namun, analisa awal mengatakan, planet tersebut punya radius 1,5 kali Bumi.
Observasi lanjutan dari sistem planet tersebut akan membantu menjawab pertanyaan adakah kehidupan di luar Bumi.
"Kami berharap dalam beberapa hari atau minggu, kami bisa memastikannya," kata William Borucki, peneliti utama Keppler di
Pusat Penelitian Ames milik NASA, seperti dimuat laman Space, 26 Agustus 2010.
Untuk kali pertamanya, analisis pengamatan Kepler juga dikombinasikan dengan waktu transit dan observasi kecepatan radial untuk memperkirakan massa planet-planet alien itu.
Dua planet terbesar dalam sistem ini yang dinamakan Kepler 9b dan Kepler 9c -- ditemukan memiliki diameter yang hampir sama. Keduanya punya massa dan kepadatan seperti Saturnus.
Namun, dua planet tersebut terlalu dekat dengan bintang -- mirip Matahari, seperti Merkurius yang mengorbit Matahari. Dua planet itu diduga kuat tidak memiliki kehidupan karena sangat panas.
Planet Kepler adalah kelompok planet ke dua yang diumumkan minggu ini. Sebelumnya, astronom Badan Antariksa Eropa (ESO) mengumumkan penemuan 'tata surya' yang terdiri dari tujuh planet yang berjarak 127 tahun cahaya dari Bumi.
Kembaran Bumi?
Para astronot belum menemukan planet mirip Bumi dari observatorium Kepler.
Jika keberadaan planet ketiga mirip yang Bumi sudah ada konfirmasi, planet itu bisa menjadi 'planet terkecil' yang dikenal.
"Kami bisa mengatakan, dalam hal ukuran fisik, ini akan jadi yang terkecil, tapi kami belum mengetahui massanya," kata Matthew Holman, staf direktur divisi teori astrofisika di Harvard-Smithsonian Center, yang mengkonfirmasi temuan Kepper.
Keppler mengungkapkan, planet ketiga ini memiliki radius 11,5 kali Bumi dan memiliki periode orbital sekitar 1,6 hari di Bumi -- lebih pendek dari Kepler-9b dan 9c.
Para peneliti sedang meneliti apakah kandidat 'Kembaran Bumi' mengorbit di bintang yang sama dengan dua planet lain.
"Salah satu pesan dari pekerjaan ini adalah bahwa Kepler membuat kemajuan menuju tujuan untuk menemukan sistem planet yang mirip dengan tata surya kita."
Namun dalam hal kelayakan huni, sistem Kepler-9 mungkin bukan tempat yang tepat untuk mencari kehidupan.
"Planet-planet ini seperti tidak layak huni," kata Holman. Diperkirakan temperatur dua planet terbesar sangat tinggi, sekitar 740 derajat Kelvin (872 derajat Fahrenheit) dan 540 derajat Kelvin (512 derajatFahrenheit).
"Temperatur itu jauh di atas titik didih air, maka diduga kuat itu bukan planet berpenghuni. (hs)
Jum'at, 27 Agustus 2010, 11:47 WIB
Elin Yunita Kristanti Gambaran dua planet seukuran Saturnus mengorbit satu bintang (NASA| Daily Telegraph)
BERITA TERKAIT
Kepler menemukan kelompok planet alien, planet-planet yang tak pernah dilihat sebelumnya itu mengelilingi sebuah bintang -- seperti planet dalam tata surya yang mengelilingi Matahari. Temuan itu dinamakan sistem Kepler 9.
Pengamatan dari observatorium Kepler mengkonfirmasikan dua planet seukuran Saturnus mengorbit sebuah bintang -- dalam jarak sekitar 2.300 tahun cahaya dari Bumi.
Mereka juga mengungkapkan kandidat planet yang mungkin sama ukurannya dengan Bumi dalam sistem yang sama.
Mengapa kandidat? Karena keberadaannya belum terkonfirmasi.
Sampai saat ini, para astronom belum mengkonfirmasi apakah ada planet yang potensial seperti Bumi -- dalam arti bisa menopang kehidupan. Namun, analisa awal mengatakan, planet tersebut punya radius 1,5 kali Bumi.
Observasi lanjutan dari sistem planet tersebut akan membantu menjawab pertanyaan adakah kehidupan di luar Bumi.
"Kami berharap dalam beberapa hari atau minggu, kami bisa memastikannya," kata William Borucki, peneliti utama Keppler di
Pusat Penelitian Ames milik NASA, seperti dimuat laman Space, 26 Agustus 2010.
Untuk kali pertamanya, analisis pengamatan Kepler juga dikombinasikan dengan waktu transit dan observasi kecepatan radial untuk memperkirakan massa planet-planet alien itu.
Dua planet terbesar dalam sistem ini yang dinamakan Kepler 9b dan Kepler 9c -- ditemukan memiliki diameter yang hampir sama. Keduanya punya massa dan kepadatan seperti Saturnus.
Namun, dua planet tersebut terlalu dekat dengan bintang -- mirip Matahari, seperti Merkurius yang mengorbit Matahari. Dua planet itu diduga kuat tidak memiliki kehidupan karena sangat panas.
Planet Kepler adalah kelompok planet ke dua yang diumumkan minggu ini. Sebelumnya, astronom Badan Antariksa Eropa (ESO) mengumumkan penemuan 'tata surya' yang terdiri dari tujuh planet yang berjarak 127 tahun cahaya dari Bumi.
Kembaran Bumi?
Para astronot belum menemukan planet mirip Bumi dari observatorium Kepler.
Jika keberadaan planet ketiga mirip yang Bumi sudah ada konfirmasi, planet itu bisa menjadi 'planet terkecil' yang dikenal.
"Kami bisa mengatakan, dalam hal ukuran fisik, ini akan jadi yang terkecil, tapi kami belum mengetahui massanya," kata Matthew Holman, staf direktur divisi teori astrofisika di Harvard-Smithsonian Center, yang mengkonfirmasi temuan Kepper.
Keppler mengungkapkan, planet ketiga ini memiliki radius 11,5 kali Bumi dan memiliki periode orbital sekitar 1,6 hari di Bumi -- lebih pendek dari Kepler-9b dan 9c.
Para peneliti sedang meneliti apakah kandidat 'Kembaran Bumi' mengorbit di bintang yang sama dengan dua planet lain.
"Salah satu pesan dari pekerjaan ini adalah bahwa Kepler membuat kemajuan menuju tujuan untuk menemukan sistem planet yang mirip dengan tata surya kita."
Namun dalam hal kelayakan huni, sistem Kepler-9 mungkin bukan tempat yang tepat untuk mencari kehidupan.
"Planet-planet ini seperti tidak layak huni," kata Holman. Diperkirakan temperatur dua planet terbesar sangat tinggi, sekitar 740 derajat Kelvin (872 derajat Fahrenheit) dan 540 derajat Kelvin (512 derajatFahrenheit).
"Temperatur itu jauh di atas titik didih air, maka diduga kuat itu bukan planet berpenghuni. (hs)
Subscribe to:
Posts (Atom)